Arcandra Buka-bukaan Alasan Energi Nuklir Tak Bisa Dikembangkan di RI


Print Friendly, PDF & Email

Wamen ESDM Arcandra Tahar (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan, masyarakat banyak yang salah persepsi dengan energi nuklir itu harganya murah. Padahal, harga energi nuklir sangat mahal dibandingkan energi baru terbarukan.

“Harga produksi listrik yang dihasilkan dari nuklir bisa mencapai USD 14 sen per kWh. Banyak yang salah persepsi karena mengatakan harga nuklir itu USD 6 sen per kWh,” kata Arcandra, di Lobby Lounge Bimasena, Jakarta, Kamis (19/4).

Dari hasil pembicaraannya dengan Rosatom dari Rusia, harga nuklir sekitar USD 12 sen per kWh. Apalagi, pengembang pembangkit listrik tenaga nuklir sangat kompleks dan memiliki banyak tantangan.

Untuk itu, energi nuklir belum bisa diterapkan di Indonesia. Saat ini, pemerintah masih fokus untuk pengembangan energi baru dan terbarukan.

“Tapi tidak meningkatkan Biaya Pokok Produksi (BPP) dari listrik tersebut. Pemerintah komitmen terhadap EBT tapi dengan strategi. Strateginya adalah bagaimana energi baru terbarukan tidak menaikkan BPP,” pungkasnya.

(Jawapos.com, 19 April 2018)

Tags: , ,

Comments & Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *