Instruksi Jokowi: Semua Kementerian dan Lembaga Wajib Lapor Bapeten


Print Friendly, PDF & Email

Instruktur Bapeten tengah melakukan uji coba alat pendeteksi nuklir di Jakarta, Selasa (26/9). (Yesika Dinta/JawaPos.com)

JawaPos.com – Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) mengimbau kepada seluruh kementerian dan lembaga, untuk melaporkan ketika menggunakan zat radioaktif. Itu dilakukan agar Bapeten bisa memantau dan mengawasi penggunaannya di lapangan.

Kepala Biro Hukum dan Organisasi Bapeten, Taruniyati mengatakan, saat ini masih ada yang belum mengetahui soal perlunya izin Bapeten dalam pemanfaatan zat radioaktif. Dia lantas mencontohkan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Menurut Taruniyati, alat body scanner atau jenis alat pengaman lainnya yang dibeli dari luar negeri, biasanya mengandung zat radioaktif. “Di LP (Lembaga Pemasyarakatan), tahun lalu ada sekitar 20 body scanner milik Kemenkumham,” papar Runi dalam acara Edukasi Publik Pengawasan Pemanfaatan Tenaga Nuklir, di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, Selasa (25/9).

“Itu mengandung zat radioaktif, dan mereka tidak tau mereka harus izin ke Bapeten. Padahal sama-sama lembaga atau kementerian,” lanjutnya.

Runi mengatakan, Presiden Joko Widodo pada 2016 sudah mengingatkan agar lembaga maupun kementerian melapor ke Bapeten. “Khawatir ada penggunaaan yang tidak sebagaimana mestinya,” jelas dia.

Oleh karena itu, saat ini pihaknya tengah mengupayakan sosialisasi yang lebih luas lagi. Hal tersebut agar masyarakat bisa mengetahui keamanan penggunaan zat radioaktif.

“Siapapun yang menggunakan radioaktif pakai bentuk segitiga kuning itu. Body scanner itu belinya dari luar negeri, dari luar negeri sudah ditempel tanda simbol. Karena ketidaktahuan sumbernya mereka nggak tau kalau ada simbol radiasi harus terkena pengawasan dan namanya Bapeten,” paparnya.

Bukan hanya di kementerian dan lembaga, Bapeten juga meminta agar rumah sakit atau klinik radiologi melapor kegiatan atau fasilitas kesehatan yang menggunakan zat radioaktif.

(jawapos.com, 26 September 2018)

Tags:

Comments & Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *