Simulasi Penanganan Nuklir Digelar di Batam


Print Friendly, PDF & Email

Simulasi pencegahan penyelundupan zat radioaktif di perairan Batam, Kamis (26/4). (Bobi Bani/JawaPos.com)

JawaPos.com – Simulasi penanganan zat radioaktif digelar di Markas Badan Keamanan Laut (Bakamla) Kota Batam. Alamatnya di Kelurahan Setokok, Kecamatan Bulang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Kegiatan diikuti petugas Bakamla dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapetan) Kota Batam.

Simulasi dilakukan guna mengantisipasi ancaman kejahatan senjata nuklir yang semakin nyata di beberapa wilayah konflik. Dengan latihan ini diharapkan ada peningkatan pemahaman dan kemampuan personel. Khususnya dalam mengantisipasi kemungkinan masuknya barang-barang berbahaya tersebut di perairan Kepri.

Deputi Operasi dan Latihan Bakamla RI Laksamana Muda TNI Semi Djoni Putra mengatakan, zat radioaktif sangat berbahaya dan mengancam masyarakat secara luas. Sehingga perlu menyiapkan personel agar lebih tahu cara mengatasi atau menanganinya. Hal itu menjadi sesuatu yang mutlak.

Simulasi pencegahan penyelundupan zat radioaktif di perairan Batam, Kamis (26/4). (Bobi Bani/JawaPos.com)

“Jadi sebelum terjadi, kami sudah lakukan tindakan preventif. Apabila terjadi, kami sudah melatih personel dan sumber daya manusia. Memang perlu dilakukan pemantauan real time atas tindak kejahatan penyelundupan material nuklir dan zat radioaktif,” kata Djoni seusai simulasi, Kamis (26/4).

Sekretaris Utama Bapetan RI Hendriyanto Hadi Tjahyono menilai, upaya yang dilakukan Bakamla cukup positif. Hal itu demi mengoptimalkan pengawasan, pencegahan, penindakan, serta melakukan pendekatan transnasional antar-lembaga pemerintah terhadap kegiatan yang menggunakan bahan radioaktif.

Kegiatan ini akan meningkatkan kemampuan personel Bakamla. Khususnya pengawal kapal patroli dalam melakukan pengamanan. Baik terhadap pengangkutan maupun penanganan kecelakaan bahan radioaktif melalui laut.

“Tujuan Latihan ini untuk mempererat kerja sama antara Bakamla dan Bapeten dalam upaya meningkatkan kemampuan peserta. Khususnya awak kapal patroli Bakamla dalam bidang pencegahan penyelundupan bahan nuklir dan radioaktif lewat laut,” ulas Hendriyanto.

(Jawapos, 26 April 2018)

Tags:

Comments & Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *